TAKDIR (mungkin)

2013

Tahun itu, aku baru saja lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas di salah satu SMA di Kebumen. Waktu itu, alhamdulillah saya ketrima di PTN di Jawa Barat. Akan tetapi, orang tuaku lebih tepatnya bapakku tidak menyetujui aku kuliah di sana.
di situ aku bener-bener down.

beliau bilang: JIKA TIDAK KULIAH DI KEBUMEN, TIDAK USAH KULIAH.

Aku hanya bisa menangis waktu itu, sebab aku bingung dan sedih. Teman-temanku bisa merantau dan kuliah di luar kota. Sedang aku?
Akhirnya, dengan setengah hati dan demi bapak aku kuliah di salah satu PTS di Kebumen. Aku bersama dua teman dari sekolah yang sama, dan itu membuatku sedikit tenang.


Singkat cerita, aku diterima di PTS tersebut. Selanjutnya, seperti kegiatan kampus-kampus pada umumnya kampusku juga mengadakan OSPEK.

Aku masih ingat betul dengan siapa dan kelompok berapa aku OSPEK. Aku berada di kelompok 16 yang diberi nama kelompok Ali Syariati. hiii waktu itu aku belum tau siapa itu Ali Syariati. Maklum kurang baca buku tentang sejarah-sejarah gitu.

Kelompokku dipandu oleh dua orang fasilitator, yang menurutku secara penampilan duh banget.
Rambut gondrong, baju lecek, sepatu gitu. duh pokoknya ndak enak banget dilihat. hiiii

Dan... aku tahu bahwa mereka adalah anak-anak organisasi. yaaa jadi wajarlah, mungkin karena saking sibuknya ndak sempat untuk bebenah diri.

OSPEK waktu itu berlangsung 4-6 kayaknya, aku agak lupa. Maklum sudah agak usang. 

Hari pertama diawali dengan perkenalan, dan di situ aku tau nama kedua fasilitatorku yaitu Mas Hanun dan Mas Johan (nama samaran). Selain menyebutkan nama, kami juga menyebutkan motivasi dan alamat masing-masing. Hari pertama selesai dan keesokannya diberi tugas yang menurutku riweh deh asli, bawa-bawa kayak apel dan minuman gitu.

Comments

Popular posts from this blog

CONTOH SK PENGEMBANG KURIKULUM DAN NOTULEN

URGENSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI

SOAL UP PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)