URGENSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI
URGENSI
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI
Oleh:
Siti Mungatiqoh[1])
PENDAHULUAN
Manusia adalah satu-satunya sumber
daya yang memiliki akal, perasaan, keinginan, nafsu, keterampilan, pengetahuan,
dorongan, daya, dan karsa. Semua potensi dalam diri manusia itu berpengaruh di
dalam mencapai tujuan organisasi. Sumber daya alam tak bermanfaat jika tidak
dikelola oleh manusia. Bahkan senjatapun tak pernah meletus jika tidak dipicu
oleh tangan manusia. Dengan demikian sumber daya manusia ini sangatlah penting.
Manusia perlu dikelola dengan baik
agar proses kegiatan manajemen akan mudah dilaksanakan dan lebih menguntungkan
suatu organisasi terutama peningkatan produktivitas, peningkatan kedisiplinan
untuk meningkatkan kualitas suatu organisasi.
Manajemen sumber daya manusia adalah
suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai,
buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas
organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Oleh karena itu manajer harus
menjamin bahwa perusahaan atau suatu organisasi memiliki
tenaga kerja yang tepat di tempat yang tepat,
dan pada saat yang tepat,
yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang akan menolong perusahaan
tersebut mencapai sarana-sarana secara keseluruhan secara efektif dan efisien.
Setiap aktivitas MSDM
membutuhkan pemikiran dan pemahaman tentang apa yang akan berhasil dengan baik
dan apa yang tidak. Dalam sebuah lingkungan dimana tantangan angkatan kerja
terus berubah, hukum berubah, dan kebutuhan-kebutuhan dari pemberi kerja juga
berubah, maka MSDM harus terus berubah dan berkembang.
Daya Konsep yang
mendasarinya bahwa setiap karyawan adalah manusia, bukan mesin, dan bukan
semata menjadi sumber
daya bisnis. Kajian
tentang manajemen SDM
menggabungkan beberapa bidang ilmu seperi psikologi,sosiologi dan lain-lain.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system pencernaan, penyusunan
karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja,
kompensai karyawan dan hubungan
ketenagakerjaan yang baik.
Manajemen sumber daya manusia
melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang mempengaruhi secara
langsung sumber daya manusianya. MSDM diperlukan untuk
meningkatkan efektivitas
sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada
organisasi satuan kerja yang efektif.
Untuk mencapai tujuan ini, studi
tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan
mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan
dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas) yang tepat.
KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Kata manajemen bahasa Italia maneggiare yang berarti
“mengendalikan” terutama “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa Latin manus yang berati “tangan”. Kata ini
mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manḗge
yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang
berarti seni mengendalikan kuda), di mana istilah inggris ini juga berasal dari
bahasa Italia. Bahasa Perancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris mḗnagement,
yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.[2])
Mary Parker Follet mendefinisikan “manajemen
sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini berarti
bahwa seorang manajer harus mengatur dan mengarahkan lain untuk mencapai tujuan
organisasi.[3])
Ricky W.
Griffin mendefinisikan “manajemen
sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan
pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien.[4])
Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan
perencanaan, sedangkan efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terorganisir dan sesuai dengan jadwal.
George R. Terry dan Leslie W. Rue dalam bukunya Principle of Management yang
dialih-bahasakan oleh G. A. Ticoalu mengemukakan bahwa “Manajemen adalah suatu
proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu
kelompok orang ke arah tujuan organisasional”. Manajemen adalah suatu
kegiatan, pelaksanaanya adalah “managing”
pelaksanaan, sedangkan pelaksananya disebut manajer atau pengelola.[5])
Manajemen adalah penggunaan efektif sumber
tenaga manusia dan bukan manusia serta bahan-bahan materil lainnya dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditentukan.[6])
Manajemen belum memiliki
definisi yang mapan dan diterima secara universal. Manajemen adalah suatu proses
sosial yang berkenaan dengan keseluruhan usaha manusia dengan bantuan manusia
lainnya serta sumber-sumber lainnya dengan metode yang efisien dan efektif
untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.
Manajemen dapat diartikan
sebagai suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan,
seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan evaluasi yang dilakukan
untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan
sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.[7])
Selain
itu, Stoner juga menyatakan bahwa pengertian manajemen adalah
proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha
para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[8])
Dari pengertian di atas dapat
ditarik kesimpulan bahwa pengertian manajemen adalah suatu proses merencanakan,
mengorganisasi, mengarahkan, dan mengevaluasi sesuatu untuk mencapai tujuan.
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang
selalu ada dan
melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer
dalam melaksanakan
kegiatan untuk mencapai tujuan.
Namun terdapat
perbedaan
pandangan
mengenai fungsi-fungsi manajemen oleh beberapa ahli, diantaranya sebagi berikut.[9])
1.
Menurut George R.
Terry fungsi-fungsi menejemen meliputi
Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (Actuatting), Pengendalian (Controlling).
2.
Menurut Henry Fayol, fungsi manajemen meliputi perencanan (planning), Pengorganisasian (Organizing),
Pengarahan (Commanding),
Pengoordinasian (Coordinating), Pengendalian (Controlling).
3.
Menurut Ricki W. Griffin, fungsi manajemen meliputi perencanaan dan pengambilan
keputusan (planning and decision making),
pengorganisasian (organizing),
pengarahan (leading) serta
pengendalian (controling).
Dari perbandingan beberapa fungsi manajemen
di atas, dapat dipahami bahwa semua manajemen diawali dengan
perencanaan (planning) karena
perencanaan yang akan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Setelah perencanaan adalah
pengorganisasaian (organizing). Hampir
semua ahli menempatkan pengorganisasian di posisi kedua setelah perencanaan. Pengorganisasian
merupakan pembagian kerja dan sangat berkaitan erat dengan fungsi perencanaan
karena pengorganisasian pun harus direncanakan.
Selanjutnya, setelah menerapkan
fungsi perencanaan dan pengorganisasian adalah menerapkan fungsi
pengarahan yang diartikan dalam kata yang berbeda-beda seperti actuating, leading, commanding, tetapi
mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mengarahkan semua karyawan agar mau
bekerjasama dan bekerja efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Akan
tetapi, juga ada penambahan
fungsi pengoordinasian (coordinating) setelah fungsi setelah fungsi pengarahan. Fungsi pengoordinasian untuk mengatur karyawan agar dapat
saling bekerjasama sehingga terhindar dari kekacauan, percekcokan dan kekosongan
kerja.
Selanjutnya fungsi terakhir dalam proses manajemen adlah pengendalian (controlling).
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
Sedarmayanti
mengemukakan dua tujuan perusahaan yang memerlukan peranan dari sumber daya
manusia diantaranya:[10])
1.
Produktivitas
Semakin tinggi dan semakin baik
sumber daya manusia yang dimiliki maka akan menciptakan produktivitas yang baik
bagi perusahaan.Sumber daya manusia yang terampil akan menghasilkan sumbangsih
yang lebih banyak dan lebih baik daripada sumber daya manusia yang kurang
terampil meski perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih tinggi bagi sumber
daya manusia terampil.
2.
Laba
(Profit)
Sumber daya manusia yang baik akan
menghasilkan laba perusahaan yang lebih tinggi. Laba saat ini menjadi tujuan
utama bagi suatu perusahaan yang bersifat profit oriented yang juga berkaitan
secara tidak langsung dengan tujuan sumber daya manusia.Ukuran kinerja
dikembangkan untuk membandingkan antara input dan output. Oleh karena itu
ukuran kinerja karyawan saat ini berbasis pada ukuran laba yang diperoleh.
URGENSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM
ORGANISASI
Manajemen
sumber daya manusia adalah suatau ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan
dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien
dan efektif organisasi, karyawan dan masyarakat.[11])
Tujuan-tujuan sumber daya manusia meliputi:
1.
Tujuan
organisasi ditujukan untuk mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia
dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi.
2.
Tujuan
fungsional ditujukan untuk mempertahankan kontriusi organisasi pada tingkat yang
sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga
jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari
tingkat kebutuhan organisasi.
3.
Tujuan
sosial ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan
dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimalisasi dampak
negatif terhadap organisasi.
4.
Tujuan
personal ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya minimal
tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap
organisasi.
Proses Manajemen Sumber Daya Manusia
Proses manajemen
sumber daya manusia adalah segala proses yang berkaitan dengan upaya yang dilakukan
dari mulai perencanaan sumber daya manusia, perekrutan, penandatanganan kontrak
kerja, penempatan tenaga kerja, hingga pembinaan dan pengembangan tenaga
kerja guna menempatkan dan tetap memelihara tenaga kerja pada posisi
dan kualifikasi tertentu
serta bertanggung jawab sesuai dengan persyaratan yang diberikan kepada
tenaga kerja tersebut.[12])
Secara garis besar
proses manajemen SDM dibagi ke dalam lima bagian fungsi utama yang terdiri
dari:
1.
Human Resource Planning
2.
Personnel Procurement
3.
Personnel Development
4.
Personnel Maintenance
5.
Personnel Utilization
1.
Perencanaan Sumber daya manusia (Human resource planning)
Perencanaan sumber daya manusia adalah
perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya
manusia yang diperlukan bagi organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan
perusahaan. Paling tidak, ada beberapa langkah strategis sehubungan dengan
perencanaan sumber daya manusia,diantaranya:
a.
Langkah
pertama: Representasi dan refleksi dari rencana strategis perusahaan perencanaan
SDM sudah semestinya merupakan representasi dan refleksi dari keseluruhan
rencana strategis perusahaan. Artinya, kualifikasi sumber daya manusia yang nantinya dirumuskan sudah semestinya memenuhi
kriteria sebagaimana yang disyaratkan dalam perencanaan strategis
perusahaan secara keseluruhan, serta terintegrasi dengan bagian-bagian
perusahaan lainnya.
b.
Langkah kedua:
Analisa dari kualifikasi tugas yang akan diemban oleh tenaga kerja. Langkah ini merupakan upaya
pemahaman atas kualifikasi kerja yang diperlukan untuk pencapaian rencana
strategis perusahaan.[13])
c.
Langkah
ketiga : Analisa ketersedian tenaga kerja.Langkah ini merupakan sebuah
perkiraan tentang jumlah tenaga kerja beserta kualifikasinya yang ada dan
diperlukan bagi perencaan perusahaan di masa yang akan datang. Termasuk di
dalam langkah ini adalah berapa jumlah tenaga kerja yang perlu di promosikan,
ditransfer, dan lain sebagain, berdasarkan evaluasi kegiatan perusahaan dalam
periode sebelumnya dan rencana perusahaan pada periode berikutnya, maka
perusahaan menganalisa apakah ketersediaan tenaga kerja yang di miliki oleh
perusahaan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan
perusahaan di masa yang akan datang mencukupi atau tidak.[14])
d.
Langkah
keempat : Melakukan tindakan Inisiatif. Analisa terhadap ketersediaan tenaga
kerja yang ada di dalam perusahaan dan keperluannya di masa yang akan datang.
e.
Langkah
kelima : Evaluasi dan modifikasi tindakan.Manajemen adalah yang terus- menerus
berkelanjutan. Oleh karena itu, apa yang telah direncanakan dalam manajemen
sumber daya manusia juga harus senantiasa di evaluasi dan dilakukan tindakan
korektif sekiranya ada ketidaksesuaian atau terjadi perubahan seiring dengan
perkembangan yang ada di perusahaan.[15])
2.
Penyediaan Sumber Daya Manusia (Personal Procurement)
Ketersediaan sumber daya manusia menurut
kualifikasi tertentu merupakan konsekuensi logis dan implikasi dari adanya perencanaan sumber daya manusia
di buat, maka langkah
selanjutnya dalam pelaksanaannya adalah penyediaan sumber daya manusia dengan
proses rekrutmen, seleksi, dan penempatan tenaga kerja. Rekrutmen adalah upaya
untuk mendapatkan tenaga kerja yang di butuhkan sesuai dengan kualifikasi
sesuai dengan perencanaan tenaga kerja. Seleksi adalah upaya memperoleh tenaga
kerja yang memenuhi syarat kualifikasi. Penempatan, proses pemilihan kerja yang
sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaatkan serta menempatkanya pada tugas
yang telah diterapkan.
3.
Pengembangan sumber daya manusia (Personnnel
Development)
Pengembangan
sumber daya manusia merupakan langkah kelanjutan dari proses penyediaan tenaga
kerja yang pada dasarnya bertujuan untuk memastikan dan memelihara tenaga
kerja yang tersedia
tetap memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan
sehingga selaras dengan perencanaan strategis perusahaan serta tujuan perusahaan
dapat tercapai sebagaimana yang direncanakan.
Bagi
tenaga kerja yang baru, program pengembangan ini biasanya diakomodasi melalui
program orientasi perusahaan di mana dalam program ini tenaga kerja
diperkenalkan pada lingkungan kerja perusahaan baik secara internal
maupun eksternal perusahaan.
Juga termasuk di dalamnya pengenalan tenaga kerja lainnya sehingga proses kerja secara tim bias dibentuk
sejak awal. Perusahaan perbankan adalah di antara
perusahaan yang senantiasa melakukan program pelatihan orientasi sebelum tenaga
kerja mereka ditetapkan sebagai tenaga kerja yang tetap ataupun tidak.
Bagi
tenaga kerja yang lama, upaya untuk tetap memelihara produktivitas, efektivitas
dan efisiensi perlu terus dilakukan untuk memastikan tenaga kerja tetap terpelihara
kualifikasinya sesuai dengan perencanaan strategis perusahaan. Oleh karena itu
program-program pembinaan bagi tenaga kerja yang lama juga perlu dilakukan.
4.
Pemeliharaan Tenaga Kerja(Personnel Maintanance)
Jika tenaga kerja telah dipilih dari sumber
yang terbaik, kemudian diberikan program tebaik, maka perusahaan dapat berharap
bahwa tenaga kerja yang telah dipilihnya akan memberikan kinerja terbaik bagi
perusahaan. Jika tenaga kerja telah memberikan kinerja yang terbaik bagi
perusahaan, proses selanjutnay adalah pemeliharaan tenaga kerja. Ini
sangat penting untuk
dilakukan guna menjamin
agar tenaga kerja yang dimiliki perusahaan terpelihara produktivitas,
efektivtas, dan efisiensinya.
Perusahaan
perlu memahami bahwa tenaga kerja memiliki motif yang berbeda- beda, oleh
karena itu pemenuhan terhadap setiap motif tenaga kerja adalah termasuk hal yang harus dilakukan perusahaan selain perusahaan menuntut tenaga kerja
tersebut untuk menunjukkan kinerja
terbaik bagi perusahaan.
Secara garis
besar, bentuk pemeliharaan
tenaga kerja yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah berupa program
pemberian kompensasi dan benefit.
5.
Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (Personnel
Utilization)
Langkah
terakhir dari proses manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan tenaga
kerja. Langkah ini merupakan upaya untuk memelihara tenaga kerja agar
senantiasa sejalan dengan rencana strategis perusahaan. Perusahaan biasanya
melakukan beberapa program untuk tetap memastikan tenaga kerjanya senantiasa
sesuai dengan perencanaan strategis perusahaan. Diantaranya program tersebut
adalah promosi, demosi, transfer, atsupun separasi.
Pentingnya MSDM
ini dapat disoroti dari berbagai perspektif. S.P. Siagian menyoroti relevansi
dan pentingnya MSDM dari enam prespektif yaitu perspektif politik, ekonomi,
sosial-kultural, hukum, administrasi dan teknoligi.[16])
a.
Perspektif Politik
Pentingnya MSDM pada
perspektif ini lebih banyak mengarah pada sudut makro, bahwa sumber daya
manusia merupakan asset yang penting yang dimiliki oleh suatu organisasi mulai
dari level makro (Negara), bahkan internasional, hingga level mikro. Sumber day
amanusia ynag terdidik, trampil, cakap, disiplin, tekun, kreatif, idealis, mau bekerja keras,
kuat fisik/mental, setyia pada cita-cita dan tujuan organisasi, akan sangat berpengaruh
positif pada keberhasilan dan kemajuan organisasi. Jadi sumber dya manusia memegang
peranan sentral dan paling menentukan. Tanpa MSDM yang handal
pengolahan, penggunaan dan pemanfaatan sumber-sumber lainnya itu akan menjadi
tidak efektif, efisien dan produktif.[17])
b.
Perspektif Ekonomi
Dari perspektif ekonomi
orang sering beranggapan bahwa pemahaman MSDM tidak lainkarena untuk
kepentingan ekonomi semata-mata. Anggapan yang demikian dijustifikasikan oleh
kenyataan bahwa manusia sering dipandang sebagai salah satu factor produksi
untuk menghasilkan barang dan jasa oleh satuan-satuan ekonomi. Manusia tidak
bias diasamakan dengan begitu saja dengan mesin, peralatan, modal, metode dan
pasar. Hal seperti tersebut merupakan tindakan yang mengingkari kenyataan bahwa
manusia sebagai makhluk yang dinamis, penuh cinta, rasa, dan karsa. Jadi
manusia adlah pusat segalanya bagi suatu organisasi. Manusia bisa menjadi pusat
persoalan organisasi manakala tidak dikembangkan dan tidak ditingkatkan
potensi-potensinya. Sebaliknya manusia merupakan pusat segala keberhasilan
organisasi manakala segala dayanya dikembangkan secara wajar dan meyakinkan.
c.
Perspektif Hukum
Dalam organisasi
terdapat berbagai peraturan, ketentuan, atu perjanjian yang kesemuanya dasarnya
mengatur tentang hak dan kewajiban secara timbal balik antar organisasi dengan
anggotanya, antara orang yang memperkerjakan dengan orang yang dipekerjakan. Pemeliharaan
keseimbangan tersebut menuntut adanya kejelasan mengenai hak dan kewajiban itu
sendiri dari masing-masing pihak dalam organisasi. Semua itu bisa menjadi jelas
dan bisa diwujudkan hanya melalui suatu sistem
manajemen yang tepat. MSDM yang dikelola secara tepat dan teratur merupakan
alternative yang paling relevan. [18])
d.
Perspektif Sosial Kultural
Ada dua alasan utama
yang mendasari perspektif ini yaitu:
Pertama, sisi yang satu
ini lebih peka karena berkaitan langsung harkat dan martabat manusia. Kesempatan berkarya merupakan upaya untuk
meningkatkan harkat dan martabatnya.
Harkat dan martabat tidak bisa diukur dengan hal-hal yang bersifat kebendaan tetapi juga non fisisk,
diman bekerja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan
fisik saja melainkan juga untuk diwujudkannya kebutuhan sosio-psikologis. Kedua, ditekankan bahwa sulit diperoleh
suatu system MSDM yang bebas nilai.[19])
Pemenuhan kebutuhan
sosio-psikologis teriakt pada norma-norma sosial yang berlaku didalam
masyarakat dimana ornag itu menjadi bagian. Nilai-nilai itulah yang akan
menentukan baik-buruknya,wajar-tidaknya, dan sekaligus menjadi
barometer penilaian bagi seseorang.
e.
Perspektif Administrasi
Perspektif ini
menekankan bhawa peranan organisasi pada jama modern ini menjadi semakin
penting. Manusia moder sekarang lebih mengenal pameo manusia organisasional. Tanpa
organisasi tanap bantuan
orang lain tiadk akan bisa mewujudkan
impiannya. Ketergantungan kepada orang lain inilah yang mendorong manusia untuk
berorganisasi. Ini mengindikasikan bahwa maju atau mundurnya kehidupan manusia
tergantung pada kemampuannya untuk mengatur dan memanfaatkan sumber daya yang
ada pada organisasi. Disinilah letak relevansi dan pentingnya MSDM.
f.
Perspektif Teknoloogi
Relevansi dan pentingnya MSDM tidak terlepas
dari berbagi perkembangan dan kemajuan yang dicapai
dibidang IPTEK. Manusia
diharapkan agar dapat menyesuaikan
diri dengan berbagai perkembangan terbut. Untuk itu manusia perlu berbekal
kemampuan, kecakapan, ketrampilna yang sesuai. Hal ini hanya bisa dicapai
melalui suatu system manjemen sumber daya manusia yang tepat.
KONTEKSTUALISASI
DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Perencanaan
pendidikan masa depan yang efektif dan efisien tentunya meminta tenaga-tenaga yang professional, yaitu para perencana harus merupakan suatu tim multi-disipliner,
dan mereka bukan hanya ahli-ahli dalam bidang pendidikan melainkan juga dari
disiplin-disiplin dari luar pendidikan, seperti teknik, ekonomi, antropologi,
filsafat, dan bidang-bidang lainnya yang relevan. Tentunya yang ideal adalah
ahli-ahli pendidikan yang menguasai disiplin ilmu
lainnya.
Dalam transformasi
pendidikan, maka tenaga-tenaga perencana yang profesional akan lebih terbuka.
Pakar pendidikan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan bisa dididik sebagai
tenaga-tenaga perencana pendidikan yang lebih
mantap dan professional. Tim perencana yang multi-disipliner, yang menghayati masalah- masalah
pendidikan, akan dapat menghayati dan membangun suatu system pendidikan yang relevan dengan tujuan strategis dan
misi strategis pembangunan serta dapat mengembangkan materi yang akan disampaikan di dalam proses
pembelajaran , serta menguasai tehnik proses pembelajaran itu sendiri
Manajemen sumber
daya manusia (Human Resource Management) dalam rangka meningkatkan kualitas
pendidikan adalah sangat penting, hal ini mengingat bahwa dalam suatu
organisasi atau lembaga pendidikan, dapat maju
dan berkembang dengan dukungan dari sumber daya manusia. Oleh karena itu
setiap lembaga pendidikan atau organisasi yang ingin berkembang, maka harus
memperhatikan sumber daya manusia dan mengelolanya dengan baik, agar tercipta
pendidikan yang berkualitas. Adapun Sumberdaya Manusia dalam pendidikan
meliputi kepala sekolah, tenaga pendidik (guru), karyawan, dan komite sekolah.
PENUTUP
Jadi secara
sederhana sebenarnya manajemen sumber daya manusia adalah mengelola sumber daya
manusia. Dari keseluruhan sumberdaya yang tersedia dalam organisasi, sumber
daya manusia lah yang sangat penting dan sangat menentukan. Semua potensi yang
dimiliki sumber daya manusia sangat berpengaruh kepada upaya organisasi dalam
mencapai tujuan.
Manajemen sumber
daya manusia mempunyai tiga fungsi yaitu fungsi manajerial, fungsi operasional,
dan berfungsi mencapai tujuan organisasi secara terpadu. Sedangkan tugas dari
manajemen sumber daya manusia adalah pengadaan staff, pengembangan SDM nya,
mengurus kompensasi, mengurus keselamatan dan kesehatan kerja, mengurus
hubungan pekrja dan hubungan industrial.
Tujuan utama
manajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi sumberdaya
manusia (karyawan) terhadap organisasi. Hal ini dapat dipahami bahwa semua
kegiatan organisasi dalam mencapai tujuannya tergantung pada manusia-manusia
yang mengeloal organisasi tersebut. Oleh karena itu karyawan harus dikelola
dengan baik sehingga dapat membantu organisasi dalam mencapai tujuan organisasi
yang telah ditentukan. Untuk mencapai tujuan dari manajemen sumber daya manusia
dilakukan oleh manajer SDM, manajer lini dan outsourching.
[2]) Tim Dosen
Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan,(Bandung: Alfabeta,
2009), hal., 45.
[6]) Ida Zusnani, Manajemen
Pendidikan Berbasis Karakter Bangsa, (Yogyakarta: Suka Buku, 2012), hal.,
13.
Comments
Post a Comment