TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN
TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI
PENDIDIKAN

Makalah Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah: Supervisi dan Evaluasi Pendidikan
Dosen Pengampu: Dr.Sudadi, M.Pd.I
Oleh:
1.
Rina Deviyanti (1910566)
2.
Siti Darojah (1910568)
3.
Siti Mungatiqoh (1910570)
4.
Abdul Kharis (1910572)
5.
Ratna Ningsih (1910574)
6.
Ali Sa'dan (1910576)
7.
Suhandri Prihandoko (1910580)
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA (IAINU)
KEBUMEN
2020
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
memberikan kemudahan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan lancar meskipun banyak hambatan yang harus dilalui.
Penulis
menyusun makalah ini guna melengkapi tugas kelompok mata kuliah Supervisi dan Evaluasi Pendidikan. Makalah ini dapat terselesaikan atas
bantuan dan bimbingan beberapa pihak. Semoga pihak-pihak yang telah membantu
penulis dalam menyelesaikan makalah ini mendapat pahala yang berlimpah dari
Allah SWT.
Penulis
menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam makalah
ini. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima dengan
senang hati sebagai panduan dalam membuat karya berikutnya.
Semoga
makalah ini berguna bagi pembaca.
Kebumen, 9
Oktober 2020
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A.
Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah................................................................................... 3
C.
Tujuan Penulisan..................................................................................... 3
BAB III PEMBAHASAN........................................................................................ 4
A.
Pengertian Teknik-Teknik Supervisi Pendidikan.................................... 4
B.
Klasifikasi Teknik-Teknik Supervisi Pendidikan.................................... 6
C.
Metode Supervisi Pendidikan................................................................. 15
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 17
A.
Kesimpulan............................................................................................. 17
B.
Konklusi.................................................................................................. 17
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................. iv
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Dunia pendidikan tidak terlepas
dengan supervisi yang selalu mengacu kepada kegiatan untuk memperbaiki proses
pembelajaran. Supervisi pendidikan adalah suatu usaha dalam memipin guru-guru
dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk
menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta
merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi
pengajaran.[1])
Tugas utama supervisor adalah
memantau dan membina pendidik dalam melaksanakan kegiatan mengajar. Dalam
melaksanakan tugasnya tersebut supervisor membutuhkan teknik-teknik supervisi
yang tepat dan sesuai dengan permasalahan. Berbagai teknik dapat digunakan
supervisor dalam membantu meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara
kelompok maupun individual. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka fokus bagian
ini adalah membahas teknik-teknik supervisi yang bersifat kelompok.
Kepala sekolah sebagai supervisor dalam usaha
meningkatkan program sekolah, dapat menggunakan berbagai teknik atau metode
supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan
tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai. Teknik supervisi
pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan
dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru. Setiap pelaksanaan
program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi dan supervisor
bertanggung jawab dalam munculnya suatu yang efektif dan efisien dalam program
tersebut.
Supervisor berupaya menyediakan
pendidikan yang memiliki tenaga ahli atau guru yang profesional dalam
meningkatkan mutu pendidikan. Dengan kata lain, pendidikan dapat mempunyai
kualitas pendidikan dan nantinya mampu menjawab permasalahan di sekolah. Guru
masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari kepala sekolah karena kepala
sekolah adalah pemimpin pendidikan dan penanggung jawab terhadap keberhasilan
pendidik di sekolahnya.
Pelaksanaan supervisi di sekolah
selalu berkaitan dengan tipe manajemen pendidikan di sekolah. Manajemen
pendidikan yang demokratis mampu menciptakan suasana lingkungan dimana para
guru dapat memberikan pertukaran pikiran atau pandangan sehingga mendorong guru
untuk berinisiatif dalam perencanaan kebijakan sekolah.
Melihat betapa pentingnya supervisi
pendidikan, maka penulis tertarik mengangkat tema tersebut dalam makalah yang
berjudul "Teknik-Teknik Supervisi Pendidikan."
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
di atas, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
Apa pengertian supervisi pendidikan?
2.
Apa sajakah klasifikasi teknik-teknik supervisi
pendidikan?
3.
Apa saja metode supervisi pendidikan?
C.
Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
maka tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
Mengetahui pengertian supervisi pendidikan.
2.
Mengetahui klasifikasi teknik-teknik supervisi
pendidikan.
3.
Mengetahui metode supervisi pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Teknik-Teknik dalam Supervisi
Pendidikan
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia “Teknik” secara etimologi adalah Cara
atau kepandaian membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni,
metode atau system mengerjakan sesuatu. Dalam usaha meningkatkan program
sekolah, kepala sekolah sebagai supervisor dapat menggunakan berbagai teknik
atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai
cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai.[2])
Pertama-tama
perlu adanya kesepakatan tentang makna “teknik” yang digunakan sehubungan
dengan kegiatan supervisi. Seperti halnya kegiatan lain, teknik memiliki makna
“cara, strategi atau pendekatan”. Jadi yang dimaksud dengan teknik
supervisi adalah cara-cara yang digunakan dalam kegiatan supervisi.
Sedangkan
menurut Piet A.Sahertian teknik supervisi adalah usaha untuk meningkatkan
dan mengembangkan sumber daya guru. [3])
Pendapat
lain mengatakan bahwa teknik supervisi pendidikan adalah
alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu
sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai
dengan situasi dan kondisi.[4])
Teknik
supervisi pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor
pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru.
Teknik supervisi
pendidikan merupakan alat yang digunakan oleh supervisor untuk
mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan
perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Dalam
pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan
memahami serta melaksanakan teknik – teknik dalam supervisi. Berbagai macam
teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi
belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan
cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui
media komunikasi. [5])
Dalam
setiap kegiatan tentu sekurang-kurangnya ada tiga unsur yang terkait
yaitu :
1.
Jenis atau isi
kegiatan,
2.
Cara yang
digunakan,
3.
Orang yang
melakukan.
Tentu
saja masih ada hal-hal yang yang juga dikategorikan sebagai unsur kegiatan
misalnya waktu, sarana dan prasarana. Dalam pembicaraan tentang supervisi masih
ada hal lagi yang perlu dibicarakan juga sehubungan supervisi yaitu sifat
kegiatanya, perlu adanya flash back memory bahwa supervisi adalah suatu
kegiatan yang berifat membina dan memberikan bantuan, sehingga “alam “ yang
tercipta didalamnya harus mendukung terjadinya kegiatan yang betul-betul
mencapai tujuannya.
Supervisi
pendidikan mempunyai peran utama dalam kegiatan sekolah karena kegiatan sekolah
mengikuti prinsip-prinsip manajemen yang mengarah pada tujuan pembentukan
karakter (moral) perorangan. Guru memiliki banyak peran dalam pencapaian tujuan
pendidikan. Kualitas guru akan menentukan kualitas mutu layanan dan lulusan
yang dihasilkan. Supervisi bertujuan meningkatkan kualitas dan kinerja.
B.
Klasifikasi Teknik-Teknik
Supervisi Pendidikan
Supervisor
dalam meningkatkan program sekolah dapat menggunakan berbagai teknik atau
metode supervisi pendidikan. Pada hakikatnya, terdapat banyak teknik dalam
menyelenggarakan program supervisi pendidikan.[6])
Dari
sejumlah teknik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, ditinjau dari
banyaknya guru dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian besar, yakni teknik
individual dan teknik kelompok.
1.
Teknik
Individual (Individual Technique)
Teknik
individual ialah bantuan yang dilakukan secara sendiri oleh petugas superviser,
baik terjadi di dalam kelas maupun di luar kelas. Dalam hal ini yang
disupervisi mungkin juaga perseorangan, tapi mungkin juga bukan hanya seorang.
Maksudnya adalah memberikan bantuan perseorangan atau individu.[7])
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara
lain:
a.
Kunjungan
kelas (classroom visitation)
Kunjungan kelas bisa dilakukan oleh
kepala sekolah, pengawas atau pembina lainnya. Dengan cara masuk atau
mengunjungi kelas-kelas tertentu untuk melihat guru yang sedang mengelola
proses pembelajaran.[8])
Dalam hal ini kunjungan kelas
dimaksudkan untuk melihat dari dekat situasi dan suasana kelas secara
keseluruhan. Apabila dari kunjungan tersebut dijumpai hal-hal yang baik atau
kurang pada tempatnya, maka pengawas atau kepala sekolah dapat mengundang guru
atau siswa diajak berdiskusi menggali lebih dalam tentang kejadian tersebut.
Bagian terpenting untuk diingat adalah bahwa dengan kunjungan kelas seperti ini
sebaiknya deperoleh hasil dalam bentuk bantuan atau pembinaan dalam rangka
meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan kata lain sebaiknya terjadi diskusi
yang akrab dan dialog yang hangat antara supervisor dengan guru atau siswa
sehingga diperoleh kesepakatan yang harmonis.
Kunjungan
kelas dilakukan secara berencana untuk dapat memperoleh gambaran tentang
kegiatan belajar mengajar di kelas. Kunjungan kelas dibedakan atas:[9])
1)
Kunjungan
yang dilakukan dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada guru yang akan
disupervisi
2)
Kunjungan
incidental yang dilakukan tanpa memberitahukan terlebih dahulu.
Setelah kunjungan selesai, selanjutnya diadakan
diskusi empat mata antara supervisior dengan guru yang bersangkutan.
Supervisior memberikan saran-saran atau nasihat-nasihat yang diperlukan, dan
guru pun dapat mengajukan pendapat dan usul-usul yang kontruktif demi perbaikan
proses belajar-mengajar selanjutnya.
b.
Observasi
kelas ( classroom observation)
Observasi kelas adalah kunjungan
yang dialakukan supervisor ke sebuah kelas denagn maksud untuk mencermati
situasi atau peristiwa yang sedang berlangsung di kelas yang bersangkutan.[10])
1)
Tujuan observasi
kelas adalah sebagai berikut.
a)
Memperoleh
data yang seobjektif mungkin sehingga bahan yang diperoleh dapat digunakan
untuk menganalisis kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam usaha
memprbaiaki hal belajar-mengajar.
b)
Bagi guru
sendiri data yang dianalisis akan dapat membantu untuk mengubah kearah yang
lebih baik.
c)
Bagi
murid-murid sudah tentu akan dapat menimbulkan pengaruh positif terhadap
kemajuan belajar mereka.
2)
Aspek-aspek
yang diobservasi:
a)
Usaha dan
aktifitas guru-siswa dalam proses pembelajaran.
b)
Usaha dan
kegiatan guru-siswa dalam hubungan penggunaan bahan dan alat/media
pembelajaran.
c)
Usaha dan
kegiatan guru-siswa dalam memperoleh pengalaman belajar.
d)
Lingkungan
sosial, fisik sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas dan faktor-faktor
penunjang lainnya.
Pelaksanaan
observasi kelas ini melalui beberapa tahap, yaitu: (1) persiapan observasi
kelas; (2) pelaksanaan observasi kelas; (3) penutupan pelaksanaan observasi
kelas; (4) penilaian hasil observasi; dan (5) tindak lanjut. Dalam melaksanakan
observasi kelas ini, sebaiknya supervisor menggunakan instrumen observasi
tertentu, antara lain berupa evaluative check-list, activity check-list.
c.
Wawancara
perseorangan) Individual interview (
Dilakukan apabila supervisor
berpendapat bahwa dia menghendaki adanya jawaban dari individu tertentu. Hal
ini dapat dilakukan, pertama apabila ada masalah khusus pada individu guru yang
penyelesainnya tidak boleh didengar oleh orang lain. Kedua, apabila supervisor
ingin mengecek kebenaran data yang sudah dikumpulkan dari orang lain.[11])
Dalam hal ini teknik perseorangan
adalah hal yang tepat agar orang yang diwawancarai tidak terpengaruh oleh
pendapat orang lain.
d.
Wawancara
kelompok (group interview)
Segala sesuatu biasanya mengandung
kelebihan dan kekurangan, seperti pada wawancara perseorangan memiliki banyak
keuntungan karena apa yang diperoleh supervisi adalah pendapat murni pribadi
yang diwawancarai.[12])
Namun dibalik itu ada saja individu,
terutama yang kurang mempunyai kepercayaan diri, akan lebih tepat digali
pendapatnya apabila ada pendamping. Mungkin sekali pada waktu dia sendirian,
merasa kurang berani mengemukakan pendapat, tetapi ketika ada orang lain, dia
menjadi berani dalam mengemukakan pendapat. Sebagai alasan utama adalah bahwa
ketika orang beramai-ramai mengemukakan pendapat, dia berharap pewawancara
tidak terlalu ingat siapa yang berkata seperti apa yang dia katakan.
Teknik wawancara ini biasa dikenal
dengan round table (meja bundar). Dikatakan demikian
karena round table menghendaki adanya persyaratan yang harus
dipenuhi, yaitu situasi dan peraturan duduk dalam diskusi hendaknya memang
dalam posisi lingkaran yang bundar, dimana masing-masing anggota kelompok
memiliki kedudukan dan hak yang sama. Demikian juga pewawancara hendaknya duduk
juga dalam lingkaran, berada dalam anggota kelompok yang lain.[13])
2.
Teknik
Kelompok
Teknik
kelompok adalah teknik yang digunakan bersama-sama oleh supervisor dengan
sejumlah guru dalam suatu kelompok.[14])
Sejumlah guru yang pada umumnya memiliki
kualifikasi relatif sama mendapat bimbingan oleh seorang supervisor atau
beberapa supervisor yang biasanya memiliki spesialisasi yang berbeda.
Masing-masing supervisor ini memberikan materi atau membahas sesuatu yang
berbeda-beda, yang semuanya bertalian satu dengan yang lain atau dapat juga
suatu topik tertentu sebagai materi yang dibahas ditinjau dari berbagai sudut
pandang oleh masing-masing supervisor itu.
Dalam
supervisi kelompok dihidangkan suatu materi atau sekelompok materi kepada
sekelompok guru yang mengikuti supervisi ini. Sekelompok materi yang
dihidangkan itu diterima bersama oleh guru-guru, dibahas bersama, dan
disimpulkan bersama. Semuanya dilakukan di bawah asuhan satu atau beberapa
supervisor. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat dibina sejumlah
guru.
Beberapa
orang yang diduga memiliki masalah dikelompokkan secara bersama kemudian diberi
pelayanan supervise sesuai dengan permasalahan yang mereka hadapi. Banyak
bentuk-bentuk dalam teknik yang bersifat kelompok ini, namun di antaranya yang
lebih umum adalah sebagai berikut.
a.
Pertemuan
Orientasi Sekolah bagi Guru Baru (Orientation Meeting for New Teacher)
Pertemuan
orientasi sekolah bagi guru baru yakni pertemuan yang bertujuan khusus
mengantar guru-guru untuk memasuki suasana kerja yang baru.[15])
Beberapa hal yang disajikan adalah:
1)
Sistem kerja
sekolah tersebut
2)
Proses dan
mekanisme administrasi organisasi sekolah
b.
Rapat Guru
Rapat ini diadakan untuk membahas masalah-masalah
yang terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung yang bertujuan
untuk:
1) Menyatukan
pandangan-pandangan dan pendapat guru tentang konsep umum maupun metode
metodeuntuk mencapai tujuan pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama.
2) Mendorong guru
untuk melaksanakan tugasnya dan mendorong kemajuan mereka.
c.
Lokakarya
(Workshop)
Workshop pendidikan adalah suatu
kegiatan belajar kelompok yang terdiri dari petugas-petugas pendidikan yang
memecahkan problema yang dihadapi melalui percakapan dan bekerja secara
kelompok maupun bersifat perseorangan.[16])
Ciri-ciri
workshop pendidikan meliputi:
1)
Masalah yang
dibahas bersifat “life centered” dan muncul dari peserta sendiri.
2)
Cara pemecahan
masalahnya dengan metode pemecahan “musyawarah dan penyelidikan”.
d.
Diskusi Panel
Diskusi Panel adalah suatu bentuk
diskusi yang dipentaskan di hadapan sejumlah partisipan atau pendengar
untuk memecahkan suatu problema dan para panelis terdiri dari
orang-orang yang dianggap ahli dalam lapangan yang didiskusikan.[17])
Tujuan diskusi
panel adalah sebagai berikut.
1)
Untuk
menjajaki suatu masalah secara terbuka agar memperoleh lebih banyak pengetahuan
mengenai maslah yang dihadapi dari berbagai sudut pandang.
2)
Untuk
menstimulir para partisipan agar mengarahkan perhatian terhadap masalah yang
dibahas melalui dimanika kelompok sebagai hasil interaksi dari para panelis.
e.
Penataran-penataran
(in-service training)
Teknik ini dapat dilakukan disekolah
sendiri dengan mengundang narasumber, tetapi dapat diselenggarakan bersama
antar beberapa sekolah, jika diinginkan biaya yang lebih irit. Teknik supervisi
kelompok yang dilakukan melalui penataran-penataran sudah banyak dilakukan.[18])
Misalnya penataran untuk guru-guru
bidang studi tertentu, penataran tentang metodologi pengajaran, dan penataran
tentang administrasi pendidikan.
Mengingat bahwa penataran-penataran
tersebut pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas
kepala sekolah terutama adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak
lanjut (follow-up) dari hasil penataran, agar dapat dipraktekkan oleh
guru-guru.
f.
Seminar
Seminar adalah suatu bentuk mengajar
belajar kelompok dimana sejumlah kecil orang melakukan pendalaman atau
penyelidikan tersendiri bersama-sama terhadap pelbagai masalah dengan dibimbing
secara cermat oleh seorang atau lebih pengajar pada waktu tertentu.[19])
Cara yang baik dalam mengikuti seminar
adalah apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, serius dan cermat mengikuti
presentasi dan acara tanya jawab.
C.
Metode-Metode Supervisi
Pendidikan
Metode
dalam konteks pengawasan merupakan suatu cara yang ditempuh oleh pengawas
pendidikan guna merumuskan tujuan yang hendak dicapai baik oleh sistem
perorangan maupun kelembagaan pendidikan itu sendiri. Terdapat dua
metode supervisi pendidikan yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai tujuan
supervisi pendidikan, yaitu:[20])
1.
Metode Langsung
(direct method)
Bila seorang supervisor menghadapi
orang-orang yang disupervisi tanpa perantara atau media, maka dikatakan
bahwasanya dia mengunakan metode langsung, baik individu maupun kelompok. [21]) Misalnya
konsultasi pribadi/kelompok, pertemuan guru bidang studi dan sebagainya.
2.
Metode tak
langsung (indirect method)
Bila seorang supervisor menghadapi
orang-orang yang disupervisi menggunakan alat/benda perantara dalam
melaksanakan supervisi, maka hal tersebut dengan metode supervisi tidak
langsung.[22])
Misalkan dengan menggunakan media papan
pengumuman, handphone, telephone, e-mail dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan di atas, maka kesimpulan dari penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut.
1.
Teknik supervisi
pendidikan merupakan alat yang digunakan oleh supervisor untuk
mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan
pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
2.
Klasifikasi teknik-teknik supervisi
pendidikan meliputi teknik individu dan teknik kelompok. Adapun teknik individu
diantaranya: kunjungan kelas, observasi kelas, wawancara
perseorangan, dan lain sebagainya. Sedangkan teknik kelompok diantaranya yaitu:
lokakarya, senimar, diskusi panel, dan lain sebagainya.
3.
Metode-metode
dalam teknik supervisi pendidikan dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak
langsung tergantung bagaimana supervisor akan melakukan supervisi.
B.
Konsklusi
Konklusi
dari pembahasan teknik-teknik supervisi pendidikan adalah membantu guru agar dapat
lebih mengerti atau menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah, dan fungsi
sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan itu. Tujuan utama supervisi
adalah memperbaiki pengajaran. Tujuan umum supervisi adalah memberikan bantuan
teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu
meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan
proses belajar mengajar.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi. 2004. Dasar-Dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kisbiyanto,
2008, Supervise Pendidikan, Kudus: Stain Kudus.
Machali,
Imam dan Hidayat, Ara. 2012. Pengelolaan
Pendidikan. Yogyakarta: Kaukaba.
Purwanto,
Ngalim. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Comments
Post a Comment