TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

 

 

 

 

 

 

Makalah Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok

Mata Kuliah: Supervisi dan Evaluasi Pendidikan

Dosen Pengampu: Dr.Sudadi, M.Pd.I

Oleh:

1.             Rina Deviyanti          (1910566)

2.             Siti Darojah               (1910568)

3.             Siti Mungatiqoh         (1910570)

4.             Abdul Kharis             (1910572)

5.             Ratna Ningsih            (1910574)

6.             Ali Sa'dan                  (1910576)

7.             Suhandri Prihandoko (1910580)

 

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA (IAINU)

KEBUMEN

2020

KATA PENGANTAR

 

              Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan memberikan kemudahan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar meskipun banyak hambatan yang harus dilalui.

              Penulis menyusun makalah ini guna melengkapi tugas kelompok mata kuliah Supervisi dan Evaluasi Pendidikan. Makalah ini dapat terselesaikan atas bantuan dan bimbingan beberapa pihak. Semoga pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

              Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima dengan senang hati sebagai panduan dalam membuat karya berikutnya.

              Semoga makalah ini berguna bagi pembaca.

 

 

Kebumen, 9 Oktober 2020

 

Penulis

               

 

DAFTAR ISI

 

 

HALAMAN DEPAN................................................................................................ i

KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii

DAFTAR ISI............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1

A.       Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1

B.       Rumusan Masalah................................................................................... 3

C.       Tujuan Penulisan..................................................................................... 3

BAB III PEMBAHASAN........................................................................................ 4

A.       Pengertian Teknik-Teknik Supervisi Pendidikan.................................... 4

B.       Klasifikasi Teknik-Teknik Supervisi Pendidikan.................................... 6

C.       Metode Supervisi Pendidikan................................................................. 15

BAB III PENUTUP.................................................................................................. 17

A.       Kesimpulan............................................................................................. 17

B.       Konklusi.................................................................................................. 17

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. iv

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

            Dunia pendidikan tidak terlepas dengan supervisi yang selalu mengacu kepada kegiatan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Supervisi pendidikan adalah suatu usaha dalam memipin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.[1])

            Tugas utama supervisor adalah memantau dan membina pendidik dalam melaksanakan kegiatan mengajar. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut supervisor membutuhkan teknik-teknik supervisi yang tepat dan sesuai dengan permasalahan. Berbagai teknik dapat digunakan supervisor dalam membantu meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun individual. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka fokus bagian ini adalah membahas teknik-teknik supervisi yang bersifat kelompok.

                Kepala sekolah sebagai supervisor dalam usaha meningkatkan program sekolah, dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai. Teknik supervisi pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru. Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi dan supervisor bertanggung jawab dalam munculnya suatu yang efektif dan efisien dalam program tersebut.

            Supervisor berupaya menyediakan pendidikan yang memiliki tenaga ahli atau guru yang profesional dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan kata lain, pendidikan dapat mempunyai kualitas pendidikan dan nantinya mampu menjawab permasalahan di sekolah. Guru masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari kepala sekolah karena kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan dan penanggung jawab terhadap keberhasilan pendidik di sekolahnya.

            Pelaksanaan supervisi di sekolah selalu berkaitan dengan tipe manajemen pendidikan di sekolah. Manajemen pendidikan yang demokratis mampu menciptakan suasana lingkungan dimana para guru dapat memberikan pertukaran pikiran atau pandangan sehingga mendorong guru untuk berinisiatif dalam perencanaan kebijakan sekolah.

            Melihat betapa pentingnya supervisi pendidikan, maka penulis tertarik mengangkat tema tersebut dalam makalah yang berjudul "Teknik-Teknik Supervisi Pendidikan."

 

 

 

 

B.       Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut.

1.    Apa pengertian supervisi pendidikan?

2.    Apa sajakah klasifikasi teknik-teknik supervisi pendidikan?

3.    Apa saja metode supervisi pendidikan?

 

C.      Tujuan Penulisan

            Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut.

1.    Mengetahui pengertian supervisi pendidikan.

2.    Mengetahui klasifikasi teknik-teknik supervisi pendidikan.

3.    Mengetahui metode supervisi pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Pengertian Teknik-Teknik dalam Supervisi Pendidikan

          Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “Teknik” secara etimologi adalah Cara atau kepandaian membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni, metode atau system mengerjakan sesuatu. Dalam usaha meningkatkan program sekolah, kepala sekolah sebagai supervisor dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai.[2])

          Pertama-tama perlu adanya kesepakatan tentang makna “teknik” yang digunakan sehubungan dengan kegiatan supervisi. Seperti halnya kegiatan lain, teknik memiliki makna “cara, strategi atau pendekatan”. Jadi yang dimaksud dengan teknik supervisi adalah cara-cara yang digunakan dalam kegiatan supervisi.

          Sedangkan menurut Piet A.Sahertian teknik supervisi adalah usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya guru. [3])

          Pendapat lain mengatakan bahwa teknik  supervisi pendidikan adalah alat  yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.[4])

          Teknik supervisi pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru.

          Teknik supervisi pendidikan merupakan alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.  Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknik – teknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi. [5])

          Dalam setiap  kegiatan tentu sekurang-kurangnya ada tiga unsur yang terkait yaitu :

1.         Jenis atau isi kegiatan,

2.         Cara yang digunakan,

3.         Orang yang melakukan.

          Tentu saja masih ada hal-hal yang yang juga dikategorikan sebagai unsur kegiatan misalnya waktu, sarana dan prasarana. Dalam pembicaraan tentang supervisi masih ada hal lagi yang perlu dibicarakan juga sehubungan supervisi yaitu sifat kegiatanya, perlu adanya flash back memory bahwa supervisi adalah suatu kegiatan yang berifat membina dan memberikan bantuan, sehingga “alam “ yang tercipta didalamnya harus mendukung terjadinya kegiatan yang betul-betul mencapai tujuannya.

          Supervisi pendidikan mempunyai peran utama dalam kegiatan sekolah karena kegiatan sekolah mengikuti prinsip-prinsip manajemen yang mengarah pada tujuan pembentukan karakter (moral) perorangan. Guru memiliki banyak peran dalam pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas guru akan menentukan kualitas mutu layanan dan lulusan yang dihasilkan. Supervisi bertujuan meningkatkan kualitas dan kinerja.

         

B.            Klasifikasi Teknik-Teknik Supervisi Pendidikan

          Supervisor dalam meningkatkan program sekolah dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Pada hakikatnya, terdapat banyak teknik dalam menyelenggarakan program supervisi pendidikan.[6])

          Dari sejumlah teknik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, ditinjau dari banyaknya guru dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian besar, yakni teknik individual dan teknik kelompok.

1.         Teknik Individual (Individual Technique)

          Teknik individual ialah bantuan yang dilakukan secara sendiri oleh petugas superviser, baik terjadi di dalam kelas maupun di luar kelas. Dalam hal ini yang disupervisi mungkin juaga perseorangan, tapi mungkin juga bukan hanya seorang. Maksudnya adalah memberikan bantuan perseorangan atau individu.[7])  

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

a.       Kunjungan kelas (classroom visitation)

            Kunjungan kelas bisa dilakukan oleh kepala sekolah, pengawas atau pembina lainnya. Dengan cara masuk atau mengunjungi kelas-kelas tertentu untuk melihat guru yang sedang mengelola proses pembelajaran.[8])

            Dalam hal ini kunjungan kelas dimaksudkan untuk melihat dari dekat situasi dan suasana kelas secara keseluruhan. Apabila dari kunjungan tersebut dijumpai hal-hal yang baik atau kurang pada tempatnya, maka pengawas atau kepala sekolah dapat mengundang guru atau siswa diajak berdiskusi menggali lebih dalam tentang kejadian tersebut. Bagian terpenting untuk diingat adalah bahwa dengan kunjungan kelas seperti ini sebaiknya deperoleh hasil dalam bentuk bantuan atau pembinaan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan kata lain sebaiknya terjadi diskusi yang akrab dan dialog yang hangat antara supervisor dengan guru atau siswa sehingga diperoleh kesepakatan yang harmonis.

            Kunjungan kelas dilakukan secara berencana untuk dapat memperoleh gambaran tentang kegiatan belajar mengajar di kelas. Kunjungan kelas dibedakan atas:[9])

1)        Kunjungan yang dilakukan dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada guru yang akan disupervisi

2)        Kunjungan incidental yang dilakukan tanpa memberitahukan terlebih dahulu.

            Setelah kunjungan selesai, selanjutnya diadakan diskusi empat mata antara supervisior dengan guru yang bersangkutan. Supervisior memberikan saran-saran atau nasihat-nasihat yang diperlukan, dan guru pun dapat mengajukan pendapat dan usul-usul yang kontruktif demi perbaikan proses belajar-mengajar selanjutnya.

b.      Observasi kelas ( classroom observation)

            Observasi kelas adalah kunjungan yang dialakukan supervisor ke sebuah kelas denagn maksud untuk mencermati situasi atau peristiwa yang sedang berlangsung di kelas yang bersangkutan.[10])

1)        Tujuan observasi kelas adalah sebagai berikut.

a)         Memperoleh data yang seobjektif mungkin sehingga bahan yang diperoleh dapat digunakan untuk menganalisis kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam usaha memprbaiaki hal belajar-mengajar.

b)        Bagi guru sendiri data yang dianalisis akan dapat membantu untuk mengubah kearah yang lebih baik.

c)         Bagi murid-murid sudah tentu akan dapat menimbulkan pengaruh positif terhadap kemajuan belajar mereka.

2)        Aspek-aspek yang diobservasi:

a)    Usaha dan aktifitas guru-siswa dalam proses pembelajaran.

b)   Usaha dan kegiatan guru-siswa dalam hubungan penggunaan bahan dan alat/media pembelajaran.

c)    Usaha dan kegiatan guru-siswa dalam memperoleh pengalaman belajar.

d)   Lingkungan sosial, fisik sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas dan faktor-faktor penunjang lainnya. 

            Pelaksanaan observasi kelas ini melalui beberapa tahap, yaitu: (1) persiapan observasi kelas; (2) pelaksanaan observasi kelas; (3) penutupan pelaksanaan observasi kelas; (4) penilaian hasil observasi; dan (5) tindak lanjut. Dalam melaksanakan observasi kelas ini, sebaiknya supervisor menggunakan instrumen observasi tertentu, antara lain berupa evaluative check-list, activity check-list.

c.       Wawancara perseoranganIndividual interview (

            Dilakukan apabila supervisor berpendapat bahwa dia menghendaki adanya jawaban dari individu tertentu. Hal ini dapat dilakukan, pertama apabila ada masalah khusus pada individu guru yang penyelesainnya tidak boleh didengar oleh orang lain. Kedua, apabila supervisor ingin mengecek kebenaran data yang sudah dikumpulkan dari orang lain.[11])

            Dalam hal ini teknik perseorangan adalah hal yang tepat agar orang yang diwawancarai tidak terpengaruh oleh pendapat orang lain.

d.      Wawancara kelompok (group interview)

            Segala sesuatu biasanya mengandung kelebihan dan kekurangan, seperti pada wawancara perseorangan memiliki banyak keuntungan karena apa yang diperoleh supervisi adalah pendapat murni pribadi yang diwawancarai.[12])

            Namun dibalik itu ada saja individu, terutama yang kurang mempunyai kepercayaan diri, akan lebih tepat digali pendapatnya apabila ada pendamping. Mungkin sekali pada waktu dia sendirian, merasa kurang berani mengemukakan pendapat, tetapi ketika ada orang lain, dia menjadi berani dalam mengemukakan pendapat. Sebagai alasan utama adalah bahwa ketika orang beramai-ramai mengemukakan pendapat, dia berharap pewawancara tidak terlalu ingat siapa yang berkata seperti apa yang dia katakan.

            Teknik wawancara ini biasa dikenal dengan round table (meja bundar). Dikatakan demikian karena round table menghendaki adanya persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu situasi dan peraturan duduk dalam diskusi hendaknya memang dalam posisi lingkaran yang bundar, dimana masing-masing anggota kelompok memiliki kedudukan dan hak yang sama. Demikian juga pewawancara hendaknya duduk juga dalam lingkaran, berada dalam anggota kelompok yang lain.[13])

2.         Teknik Kelompok

          Teknik kelompok adalah teknik yang digunakan bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam suatu kelompok.[14])

Sejumlah guru yang pada umumnya memiliki kualifikasi relatif sama mendapat bimbingan oleh seorang supervisor atau beberapa supervisor yang biasanya memiliki spesialisasi yang berbeda. Masing-masing supervisor ini memberikan materi atau membahas sesuatu yang berbeda-beda, yang semuanya bertalian satu dengan yang lain atau dapat juga suatu topik tertentu sebagai materi yang dibahas ditinjau dari berbagai sudut pandang oleh masing-masing supervisor itu.

          Dalam supervisi kelompok dihidangkan suatu materi atau sekelompok materi kepada sekelompok guru yang mengikuti supervisi ini. Sekelompok materi yang dihidangkan itu diterima bersama oleh guru-guru, dibahas bersama, dan disimpulkan bersama. Semuanya dilakukan di bawah asuhan satu atau beberapa supervisor. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat dibina sejumlah guru.

          Beberapa orang yang diduga memiliki masalah dikelompokkan secara bersama kemudian diberi pelayanan supervise sesuai dengan permasalahan yang mereka hadapi. Banyak bentuk-bentuk dalam teknik yang bersifat kelompok ini, namun di antaranya yang lebih umum adalah sebagai berikut.

a.         Pertemuan Orientasi Sekolah bagi Guru Baru (Orientation Meeting for New Teacher)

            Pertemuan orientasi sekolah bagi guru baru yakni pertemuan yang bertujuan khusus mengantar guru-guru untuk memasuki suasana kerja yang baru.[15]) Beberapa hal yang disajikan adalah:

1)   Sistem kerja sekolah tersebut

2)   Proses dan mekanisme administrasi organisasi sekolah

b.        Rapat Guru

            Rapat ini diadakan untuk membahas masalah-masalah yang terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung yang bertujuan untuk:

1)      Menyatukan pandangan-pandangan dan pendapat guru tentang konsep umum maupun metode metodeuntuk mencapai tujuan pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama.

2)      Mendorong guru untuk melaksanakan tugasnya dan mendorong kemajuan mereka.

c.         Lokakarya (Workshop)

          Workshop pendidikan adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terdiri dari petugas-petugas pendidikan yang memecahkan problema yang dihadapi melalui percakapan dan bekerja secara kelompok maupun bersifat perseorangan.[16])

Ciri-ciri workshop pendidikan meliputi:

1)        Masalah yang dibahas bersifat “life centered” dan muncul dari peserta sendiri.

2)        Cara pemecahan masalahnya dengan metode pemecahan “musyawarah dan penyelidikan”.

d.        Diskusi Panel

          Diskusi Panel adalah suatu bentuk diskusi yang dipentaskan di hadapan sejumlah partisipan atau pendengar untuk  memecahkan suatu problema dan para panelis terdiri dari orang-orang yang dianggap ahli dalam lapangan yang didiskusikan.[17])

Tujuan diskusi panel adalah sebagai berikut.

1)             Untuk menjajaki suatu masalah secara terbuka agar memperoleh lebih banyak pengetahuan mengenai maslah yang dihadapi dari berbagai sudut pandang.

2)             Untuk menstimulir para partisipan agar mengarahkan perhatian terhadap masalah yang dibahas melalui dimanika kelompok sebagai hasil interaksi dari para panelis.

e.         Penataran-penataran (in-service training)

          Teknik ini dapat dilakukan disekolah sendiri dengan mengundang narasumber, tetapi dapat diselenggarakan bersama antar beberapa sekolah, jika diinginkan biaya yang lebih irit. Teknik supervisi kelompok yang dilakukan melalui penataran-penataran sudah banyak dilakukan.[18])

          Misalnya penataran untuk guru-guru bidang studi tertentu, penataran tentang metodologi pengajaran, dan penataran tentang administrasi pendidikan.

          Mengingat bahwa penataran-penataran tersebut pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah terutama adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran, agar dapat dipraktekkan oleh guru-guru.

f.         Seminar

          Seminar adalah suatu bentuk mengajar belajar kelompok dimana sejumlah kecil orang melakukan pendalaman atau penyelidikan tersendiri bersama-sama terhadap pelbagai masalah dengan dibimbing secara cermat oleh seorang atau lebih pengajar pada waktu tertentu.[19])

          Cara yang baik dalam mengikuti seminar adalah apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, serius dan cermat mengikuti presentasi dan acara tanya jawab.

 

C.           Metode-Metode Supervisi Pendidikan

Metode dalam konteks pengawasan merupakan suatu cara yang ditempuh oleh pengawas pendidikan guna merumuskan tujuan yang hendak dicapai baik oleh sistem perorangan maupun kelembagaan pendidikan itu sendiri. Terdapat dua metode supervisi pendidikan yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai tujuan supervisi pendidikan, yaitu:[20])

1.        Metode Langsung (direct method)

        Bila seorang supervisor menghadapi orang-orang yang disupervisi tanpa perantara atau media, maka dikatakan bahwasanya dia mengunakan metode langsung, baik individu maupun kelompok. [21]) Misalnya konsultasi pribadi/kelompok, pertemuan guru bidang studi dan sebagainya.

 

 

2.        Metode tak langsung (indirect method)

        Bila seorang supervisor menghadapi orang-orang yang disupervisi menggunakan alat/benda perantara dalam melaksanakan supervisi, maka hal tersebut dengan metode supervisi tidak langsung.[22])

        Misalkan dengan menggunakan media papan pengumuman, handphone, telephone, e-mail dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

       Berdasarkan pembahasan di atas, maka kesimpulan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

1.         Teknik supervisi pendidikan merupakan alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. 

2.         Klasifikasi teknik-teknik supervisi pendidikan meliputi teknik individu dan teknik kelompok. Adapun teknik individu diantaranya: kunjungan kelas, observasi kelas, wawancara perseorangan, dan lain sebagainya. Sedangkan teknik kelompok diantaranya yaitu: lokakarya, senimar, diskusi panel, dan lain sebagainya.

3.         Metode-metode dalam teknik supervisi pendidikan dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung tergantung bagaimana supervisor akan melakukan supervisi.

 

B.       Konsklusi

          Konklusi dari pembahasan teknik-teknik supervisi pendidikan adalah membantu guru agar dapat lebih mengerti atau menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah, dan fungsi sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan itu. Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pengajaran. Tujuan umum supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, Suharsimi. 2004. Dasar-Dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kisbiyanto, 2008, Supervise Pendidikan, Kudus: Stain Kudus.

Machali, Imam dan Hidayat, Ara. 2012.  Pengelolaan Pendidikan. Yogyakarta: Kaukaba.

Purwanto, Ngalim. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

 

 



                        [1]) Ara Hidayat dan Imam Machali, Pengelolaan Pendidikan, (Yogyakarta: Kaukaba, 2012), hal 117

                        [2]) Ibid., hal., 119.

 

                        [3]) Ibid.

 

                        [4]) Ibid., hal., 120.

 

                        [5]) Ibid., hal., 122.

 

                        [6]) Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hal 120

 

                        [7]) Ibid., hal., 125.

 

                        [8]) Ibid., hal., 126.

 

                        [9]) Ibid.

 

                        [10]) Ibid., hal., 128.

 

                        [11]) Ibid., hal., 130.

 

                        [12]) Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Supervisi, (Jakarta, 2004: PT . Rineka Cipta), hal., 27.

 

                [13] Ibid., hal., 30

 

                [14]) Ibid., hal., 31.

 

                [15]) Ibid., hal., 33.

 

                [16]) Ibid., hal., 34.

 

                [17]) Ibid., hal., 36.

 

                [18]) Ibid., hal., 38.

 

                [19]) Ibid., hal., 41.

 

                [20]) Kisbiyanto, Supervise Pendidikan,( Kudus, 2008: Stain Kudus), hal., 15.

 

                [21]) Ibid., hal., 17.

 

                [22]) Ibid., hal., 19.

  

Comments

Popular posts from this blog

CONTOH SK PENGEMBANG KURIKULUM DAN NOTULEN

URGENSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI

SOAL UP PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)